![]() |
| Harga Rokok_indonesia Naik mencapai Rp 50.000/Bungkus |
Rokok ID - Target baru indonesia akan menaikkan harga satuan bungkus rokok menjadi Rp 50.000 itu semua mendapat dukungan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Djarot Saiful Hidayat.
Menurut Pendapatnya" harga yang tinggi dapat menekan jumlah penghisap rokok di indonesia, yang terutama perokok dibawah usia 18+ atau perokok yang masih sekolah.
![]() |
| Pabrik Rokok indonesia |
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Djarot Saiful Hidayat mengatakan,“menaikan harga Rokok itu bagus jadi untuk bisa menekan para perokok ya naikkan saja (harganya),” Pungkasnya: di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (10/8).
Tidak hanya menaikkan harga rokok mencapai Rp 50.000 saja, Djarot juga meminta pemerintah indonesia juga dapat menaikkan pajak rokok yang tinggi. Terutama bagi rokok yang banyak penggemarnya.
“Kasih pajak juga yang tinggi. Terutama untuk rokok yang banyak penggemarnya. Nggak apa-apa itu,” ungkapnya.
Kendati demikian, setiap kebijakan pasti akan memiliki dampak positif dan negatif. Karena itu, mantan Wali Kota Blitar ini meminta pemerintah melakukan kajian yang tepat agar mendapatkan solusi terhadap dampak yang akan ditimbulkan. Sehingga tidak merugikan masyarakat, terutama petani tembakau.
“Tapi dampaknya apa? Dampaknya petani tembakau, pekerja di perusahaan rokok. Makanya dihitung betul dampak negatif dan positifnya. Bukan hanya pembatasan area perokok, tetapi juga industri rokok kreteknya,” terang mantan anggota DPRD Jawa Timur ini.
kata Djarot" harga rokok di luar negeri sangat mahal, karena di negara-negara besar tersebut tidak ada pabrik rokok. Sedangkan di Indonesia, banyak pabrik rokok yang mempekerjakan ribuan rakyat Indonesia.
“Di luar negeri sudah mahal banget. Kenapa? Karena dia nggak punya pabrik rokok disana. Tapi di Indonesia berbeda. Jadi tolong ini dikaji betul secara seksama tentang persoalan ini. Saya secara umum setuju ini diterapkan, karen asalah satu penyumbang inflasi di Jakarta adalah rokok. Tapi tolong dikaji betul,” Pungkasnya.
Dikutip Dari : http://www.beritasatu.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar